Selasa, 24 Februari 2026

ramadan (1)

Subuh menggugah badan lemas yang masih berbaring di kasur lusuh,bantal kapuk bau jigong,tak pernah di cuci,guling penuh jamur menyerang awak.
Ibu masih bangun,ayah sudah ngopi di depan teras sambil melamun,adik dengan nyenyak mimpi mimpi indah.
"Darimana saja kau?" 
"Habis sama temen nongkrong" jawabku penuh sesal 
"Mandi,kemudian sahur makan tempe mendoan di meja sana" 
"Iyaa Bu" 
Sesedarhana perkataan ibumu tidak bisa mengalahkan pap mukena pacarmu.
Ibu juga bisa cemburu ketika anaknya lepas dari pelukan hangatnya 

Rabu, 18 Februari 2026

ramadhan

2 telapak tangan menengadah 
Ke langit seraya memohon ampun 
Berlumur dosa, berpakaian dengki,bergandengan syahwat
Saat malam purnama tiba 
Semoga besok melaksanakan ibadah puasa
Mengekang jiwa,memendam rasa,menyamai malaikat,membenci syaithan
Seluruh keajaiban terdapat di bulan ini
Pahala digandakan,dosa diampuni,rahmat allah menaungi,syaithan di rantai
Tak ada lagi makan siang 
Tak ada lagi menggunjing 
Menuju hari yang dinanti 
Hari fitrah kembali suci
Lagi dan, Semoga diperpanjang umur kita
Tuk menemui hari suci ini dengan jiwa yang selamat
Kedua orang tua semoga masih menyertai kita 
Lebih lebih Allah memandang dengan penuh kasih 
Yang dinanti yakni waktu Maghrib 
Senja semu yang berkelabut menyembuhkan luka

Selasa, 17 Februari 2026

khidmat

Tlah selesai 
Apa yang dijalani semua orang 
Pada liburan kali ini
Dengan khidmat 
Kuhaturkan Trimakasih 
Buat para banyak karib yang membersamai 
Menolong sesama hal yang wajib 
Bagi semua 
Tak peduli kau pakai kopyah atau tidak 
Tak peduli agama apa kau
Sungguh Allah tidak pernah mendzalimi hambanya
Pula tidak pernah ingkar
Tidak meminta Rizqi namun memberi


program

Ketika tempat dibacakan alquran malaikat menaungi nya dengan banyak
Ilmu nahwu sangatlah penting bagi siapapun dalam memahami ayat suci tanpanya hanya sebuah sia sia
Mulai dari nol kemudian rajin, disiplin tasmi di pondok ini, itulah kata kata penggugah hati rapuh ini dalam menjalani kehidupanku yang semu dulu
Moga diberikan sebuah anugrah dan hidayah dalam menjalani roda kehidupan ini
Aminn aminn yaallah

Minggu, 15 Februari 2026

adab


من ليس له الأدب كالذباب
Orang yang tidak memiliki adab, adalah seperti seekor lalat
Lalat menyukai tempat-tempat yang kotor, menebarkan penyakit, dan hinggap kepada siapa saja tanpa pandang bulu dan sesuka hati
Perlu diketahui bahwa akhlaq dan adab berbeda 
Yakni Budi pekerti diartikan akhlaq dan adab sebagai sopan santun
Kemudian dalam memaknai hukum sebagai pedoman hidup kita dan memberikannya pada orang lain dengan murah hati jika diri sendiri sebagai penekanan dalam menjalaninya

Sabtu, 14 Februari 2026

kala

 keluh kesah tiap hari 

harus berbayar dengan 

duduk sila 

bertafakkur akan ayat ayat suci

malam senyap menjadi teman

bangku persegi,segelas air kosong 

saksi atas tetesan air mata keluh 

kala belum jadi 

kala indah pada waktunya

Kamis, 12 Februari 2026

maljum(part 3)

Ridlo&ikhlas setelah adanya usaha yang melelahkan, begitu juga doa tidak selalu di ijabahi seketika oleh Allah. Adakalanya di tunda besok, dimana doa yang belum di ijabahi? 
Kemudian rata2 pondok quran thoriqahnya yakni sholawat Fatih,berbeda dengan pondok kita (qa) yakni Al-Qur'an itu sendiri.
Kyai Jazuli pun thoriqohnya ta'lim wa tta'allum.
Dan thoriqoh yakni isinya semua tentang sholawat. Ulama dulu berlomba-lomba menciptkan sholawat karyanya sendiri seperti  Al jazuri ketika menemui anak kecil di sumur yang mana terkena penyakit yang tak bisa disembuhkan, seketika beliau mendengarkan lantunan sholawat yang di ucap, lalu menanyai apa isi gerangan sholawat anak kecil tadi. 
Jangka lama beliau Al jazuri menulisa tentang keindahan sholawat kepada baginda kita nabi Muhammad Saw.

Kamis, 05 Februari 2026

kilat

Al-Qur’an diumpamakan seperti air hujan yang turun dari langit.
Air hujan adalah sumber kehidupan, dan Al-Qur’an adalah sumber petunjuk. Keduanya sama-sama turun dari langit dan sama-sama membawa manfaat.
Ketika hujan turun, airnya mengalir ke berbagai tempat. Ia melewati gunung dan bukit tanpa menetap, lalu mengalir ke lembah dan dataran rendah. Setiap lembah menampung air sesuai dengan kapasitasnya. Begitu pula Al-Qur’an: ia sampai ke telinga semua manusia, tetapi hati mereka berbeda-beda dalam menerimanya.
Ada hati yang lapang dan bersih, sehingga mampu menampung petunjuk Al-Qur’an sesuai kadar iman dan amalnya. Ada pula hati yang keras dan sombong, sehingga Al-Qur’an hanya lewat tanpa meninggalkan bekas. Bahkan ada juga hati yang menerimanya, tetapi justru memetik darinya keraguan, syubhat, dan penolakan karena niat yang menyimpang.
Air hujan yang mengalir sering membawa buih di permukaannya. Buih itu terlihat mengembang, tetapi tidak bermanfaat. Ia akan segera hilang. Yang tersisa hanyalah air jernih yang memberi kehidupan. Demikian pula dengan Al-Qur’an: pemahaman yang keliru, syubhat, dan penyelewengan mungkin tampak ramai dan menonjol, tetapi semuanya akan lenyap. Yang akan tetap tinggal dan memberi manfaat adalah kebenaran Al-Qur’an itu sendiri.
Ibnu Asyur:Tahir wat tanwir, arra'd ayat 17.

titik jahl

Kajian mengenai kultus Ba‘l,Molok dalam masyarakat Kanaan memperlihatkan pola relasi yang erat antara kekuasaan, elite sosial, dan kekerasan simbolik terhadap tubuh manusia, khususnya anak-anak. Dalam praktik peribadatan Molok, pengorbanan anak terutama dari kalangan bangsawan dan elite diposisikan sebagai tindakan religius yang dilegitimasi oleh otoritas keagamaan dan kekuasaan politik. Kekerasan tersebut tidak dipahami sebagai kejahatan, melainkan sebagai ritus sakral yang diyakini membawa stabilitas kosmik dan keberkahan sosial.
Dalam konteks modern, kasus Jeffrey Epstein yang mencuat kembali dalam diskursus publik global menyingkap pola struktural yang secara konseptual memiliki kemiripan sosiologis, meskipun berbeda secara historis dan ideologis. Kasus tersebut menunjukkan adanya jaringan elite ekonomi dan politik yang, melalui relasi kuasa, diduga mengeksploitasi individu-individu rentan, termasuk anak di bawah umur, dalam ruang yang tertutup dan terlindungi oleh kekuasaan, modal, serta simbol prestise sosial.
Secara akademik, kesamaan utama antara kedua fenomena ini tidak terletak pada aspek ritual atau teologis, melainkan pada mekanisme legitimasi kekuasaan. Dalam kultus Molok, legitimasi diperoleh melalui narasi religius dan mitologis; sementara dalam kasus Epstein, legitimasi bekerja melalui jejaring sosial elite, normalisasi gaya hidup hedonistik, serta lemahnya akuntabilitas hukum bagi kelompok berkuasa. Dalam kedua konteks tersebut, tubuh anak menjadi objek yang dikorbankan baik atas nama “ketuhanan” maupun atas nama “kenikmatan dan dominasi”.
Dari perspektif kritik agama dan filsafat moral, fenomena ini menegaskan bahwa penyimpangan etis tidak selalu muncul dari absennya nilai religius, melainkan justru dapat lahir dari penyalahgunaan simbol, otoritas, dan kekuasaan. Al-Qur’an sendiri mengkritik keras praktik pengorbanan anak (QS. al-An‘am: 137; al-isra': 31) sebagai bentuk kesesatan yang dibungkus oleh legitimasi budaya dan agama. Kritik ini relevan secara lintas zaman, karena menegaskan bahwa setiap sistem baik religius maupun sekuler yang membenarkan eksploitasi manusia demi kepentingan elite merupakan bentuk jahiliah struktural.
Dengan demikian, mengaitkan kultus Ba‘l Molok dengan kasus Epstein bukanlah upaya menyamakan peristiwa secara historis, melainkan membaca pola berulang dalam sejarah manusia, yakni ketika kekuasaan kehilangan etika, dan korban paling rentan menjadi tumbal dari sistem yang timpang. Kajian ini memperkuat urgensi pendekatan etika, hukum, dan agama yang berpihak pada perlindungan martabat manusia, terutama kelompok yang tidak memiliki kuasa untuk membela diri.
Ungkapan “dan kamu meninggalkan Yang Maha Baik para Pencipta” dengan menyebut sifat Allah, bukan nama khusus-Nya, merupakan sindiran yang menunjukkan kedangkalan akal orang-orang yang menyembah Ba‘l. Maksudnya, mereka telah meninggalkan penyembahan kepada Tuhan yang memiliki sifat-sifat terbaik dan paling sempurna, lalu justru menyembah sebuah berhala yang hakikatnya hanyalah benda mati. Seakan-akan dikatakan kepada mereka: “Apakah kalian menyembah berhala yang buruk, yang menghimpun dua unsur kelemahan, yaitu sifat sebagai makhluk ciptaan dan buruknya rupa, sementara kalian meninggalkan Dia yang memiliki sifat sebagai Pencipta dan seluruh sifat yang maha indah?”
Pernyataan ini dimaksudkan untuk mengingatkan mereka bahwa salah satu prinsip pokok agama mereka adalah keyakinan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Inilah prinsip pertama dalam agama, karena Allah adalah Tuhan nenek moyang mereka. Sesungguhnya nenek moyang mereka tidak pernah menyembah selain Allah sejak masa Nabi Ibrahim عليه السلام, yang merupakan leluhur pertama yang darinya umat mereka dibedakan dari umat-umat lain.
Sebagian pendapat menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “nenek moyang” adalah Nabi Ya‘qub. Allah Ta‘ala berfirman:
“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ajaran itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya‘qub: ‘Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.’”
(QS. al-Baqarah: 132)
Penyebutan “nenek moyang terdahulu” ini sekaligus menjadi pembatasan, agar tidak mencakup nenek moyang mereka yang hidup pada masa para raja setelah Nabi Sulaiman, karena pada masa tersebut telah terjadi penyimpangan akidah.

maljum(3)

Orientasi amal terletak di akhir yakni ridlonya Allah. Sebagaimana hadits nabi la yadhulal jannata almukmina amaluhu....
Tidak akan masuk surga mukmin karna amalnya.
Jadi yang perlu kita perhatikan yakni mencari ridlo Allah semata. 
يُرَاۤءُوْنَ النَّاسَ haus validasi orang lain di tempatkan neraka yang paling bawah sendiri
فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ.
المتعدي أفضل من القاصر ,amal yang bermanfaat bagi semua lebih baik daripada amal bagi sendiri.contoh,nya 
Mengecor di pagi hari dengan angin Sepoi disertai kawan2 yang masih belum mandi lalu ada mbak2 yang lalu lalang mengitari halaman nan indah.
ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ bukan تكسبون.
Karna penekanan terhadap aktivitas sehari2 teruntuk ابتغاء وجه الله.
تكسبون fokus pada dampak yang dihasilkan entah dosa maupun pahala, ما ذا تكسب غدا
Bahwa Allah mengetahui perbuatan yang kau buat akan terjadi esok hari. 

Selasa, 03 Februari 2026

kawanen

Nama lengkap beliau adalah Syeikh Al-Alamah Muhammad Jamaluddin ibnu Abdillah ibnu Malik Al-Thay, lahir di sebuah kota kecil yang bernama Jayyan. Dimana Andalusia ( Spanyol ). 
Teori nahwiyah semacam ini, banyak diikuti oleh murid-muridnya, seperti Imam Al-Nawawi, Ibn Al-Athar, Al_Mizzi, Al-Dzahabi, Al-Shairafi, dan Qadli al-Qudlat Ibn Jamaah.
Diantara karya-karya agung beliau adalah Nazhom al-Kafiyah al-Syafiyah yang terdiri dari 2.757 bait. Kitab ini menyajikan semua informasi tentang ilmu nahwu dan shorof yang diikuti dengan komentar ( syarah ). Kemudian kitab ini diringkas menjadi 1002 bait, yang kini terkenal dengan nama ALFIYAH IBN MALIK. 
Sedikit baitnya yakni:
وقدم الاخص في اتصال وقدم ماشئت في انفصال
"Dahulukan yang jadi prioritas, baru setelah itu terserah mana yang kau anggap pantas".
Kemudian,Ibnu Malik mengatakan:
وَكَوْثَهُ مُتَتَقِلًا مُشْتَمًا Hal/sifat harus bisa berubah-rubah, tapi ini tidak berlaku bagi diriku, karena sifatku tetap, yaitu mencintaimu dan tak akan bisa berubah,"
Ada pula yang mengatakan: وإن تريد زوجة جميلة فشرطها أن تحفظ الألفية ابن مالك
Siapa yang ingin istri cantik hendaknya menghafal Alfiyah Ibnu Malik.
Zaman Sekarang beda malah sebaliknya:
وإن تريد زوجة جميلة فشرطها موبيل ميواه لٓکا سواه
Siapa yang ingin istri cantik hendaknya punya mobil mewah dan sawah yang luas.

eleven

Hampa menyergap 
Fikiran kosong 
Angan menyeruap
Tubuh tidak mengenal siapa
Wahai jiwa

kultum

لا تحرك به لسانك لتععجل به kiranya itu yg disampaikan abi di hari yg lalu ,bahwasannya nderes quran iku kudu alon2 percuma wakeh apale mung ...