Nama lengkap beliau adalah Syeikh Al-Alamah Muhammad Jamaluddin ibnu Abdillah ibnu Malik Al-Thay, lahir di sebuah kota kecil yang bernama Jayyan. Dimana Andalusia ( Spanyol ).
Teori nahwiyah semacam ini, banyak diikuti oleh murid-muridnya, seperti Imam Al-Nawawi, Ibn Al-Athar, Al_Mizzi, Al-Dzahabi, Al-Shairafi, dan Qadli al-Qudlat Ibn Jamaah.
Diantara karya-karya agung beliau adalah Nazhom al-Kafiyah al-Syafiyah yang terdiri dari 2.757 bait. Kitab ini menyajikan semua informasi tentang ilmu nahwu dan shorof yang diikuti dengan komentar ( syarah ). Kemudian kitab ini diringkas menjadi 1002 bait, yang kini terkenal dengan nama ALFIYAH IBN MALIK.
Sedikit baitnya yakni:
وقدم الاخص في اتصال وقدم ماشئت في انفصال
"Dahulukan yang jadi prioritas, baru setelah itu terserah mana yang kau anggap pantas".
Kemudian,Ibnu Malik mengatakan:
وَكَوْثَهُ مُتَتَقِلًا مُشْتَمًا Hal/sifat harus bisa berubah-rubah, tapi ini tidak berlaku bagi diriku, karena sifatku tetap, yaitu mencintaimu dan tak akan bisa berubah,"
Ada pula yang mengatakan: وإن تريد زوجة جميلة فشرطها أن تحفظ الألفية ابن مالك
Siapa yang ingin istri cantik hendaknya menghafal Alfiyah Ibnu Malik.
Zaman Sekarang beda malah sebaliknya:
وإن تريد زوجة جميلة فشرطها موبيل ميواه لٓکا سواه
Siapa yang ingin istri cantik hendaknya punya mobil mewah dan sawah yang luas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar