Rintih air linang deras
Suara di dekap
Gema langit biru
Dedaunan kuning kering
Janur kuning melengkung
Pakaian lusuh terseyot mobil
Gelas pecah berserakan
Bangunan kota terlantar
Kau yang dimana mana, berseteru bingung ntah kemana
Seorang diri ditemani kicauan burung greja
Siulan dengan tempo pelan, apa tiada yang lain?
Terpatri padanya yang sederhana
Panas surya menggigil ketakutan akan datang esok harinya
Bahwa perayaan bulan november dengan memakan seporsi mie ayam
(Chapter 1)
Saat makan
Diri menyumpah serapah
Melamun tentang hal tidak pasti
Sepotong senja,menyelimuti hati
Hati yang terus berputar,hati yang terus bertaruh
Runyam dirasa
(Chapter 2)
Sayup mata
Tidur di kasur lusuh
Guling menemani mimpi buruk saya
jam tua menunjukkan pukul 12 malam
Selamat menunaikan ibadah tidur kawan
(Last Chapter)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar