Senin, 24 November 2025

tabu

Jera 
Nubuat ilahiyah 
Entah kapan ya?
Perihal yang ta mungkin terjadi
Cemas akan endingnya
Bahwa semua orang sekarang gembira 
 Padahal ia berpura pura
Harapan menampar saya
Angan menyapa saya
Haluan saya tentang mencintai namun tak dibalas
Sedih memang
Sehat selalu bagi saya

Senin, 03 November 2025

reda

Pukul 22.00

Hentakan Dopamin membuatku semakin terpacu

sirna

kutaruh sepotong nyawa di pinggir selokan

Tak kuasa menopang isi kepala, ingin kumuntahkan huru hara angan ini.

Sumilir angin menghunus jiwa ronta

Wahai rembulan

Bolehkah sekali saja mengecup pipi hingga kembali di pangkuanmu

Pukul 05.30

Mentari menyapa sahabatnya

Dia masih duduk termangu

Bingung mengungkap rasa hatinya

Namun Tuhan masih belum tidur

Sejauh mana engkau menapaki jejak itu

Semenjak itulah Tuhan masih membersamaimu,melihatmu

Kapanpun dan dimanapun

Bukankah adil ?

"Tuhan tidak memberimu hidup seperti yang kau inginkan ,Karena kamu juga tidak hidup seperti yang Tuhan inginkan"

Ujar sang pujangga

Minggu, 02 November 2025

asam

Mengoyak jiwa rapuh dirasa

Fajar menyingsing celananya

Mengabari bahwa esok masih bisa

Secercah angan buyar,ketika sunyi tiba.

Jeda.

Tampak olehku mentari kecut

Belum mandi sejak bulan lalu

Binar sebaya masih haru

Duduk di teras menerka hujan

Bahwa di samping diri

Ada senyuman usang 

Tak mengapa

Karna segala hal bisa dibayar lunas

Entah berlari dari kejaran hutang

Ataupun perompak yang lihai.

Biasa.

Sudah muak diri menyapa orang

Yang menipu dirinya 

Yang menunjukkan sisi sombong

Yang telah mati pikirannya

Sesungguhnya kita perlu makan semangkuk senyuman

Sesuk.



Sabtu, 01 November 2025

seporsi mie ayam

Tlah gugur ribuan kelopak bunga
Rintih air linang deras
Suara di dekap
Gema langit biru
Dedaunan kuning kering 
Janur kuning melengkung
Pakaian lusuh terseyot mobil
Gelas pecah berserakan
Bangunan kota terlantar
Kau yang dimana mana, berseteru bingung ntah kemana
Seorang diri ditemani kicauan burung greja
Siulan dengan tempo pelan, apa tiada yang lain? 
Terpatri padanya yang sederhana
Panas surya menggigil ketakutan akan datang esok harinya
Bahwa perayaan bulan november dengan memakan seporsi mie ayam
(Chapter 1)
Saat makan
Diri menyumpah serapah
Melamun tentang hal tidak pasti 
Sepotong senja,menyelimuti hati
Hati yang terus berputar,hati yang terus bertaruh 
Runyam dirasa
(Chapter 2)
Sayup mata
Tidur di kasur lusuh 
Guling menemani mimpi buruk saya
jam tua menunjukkan pukul 12 malam
Selamat menunaikan ibadah tidur kawan
(Last Chapter)

kultum

لا تحرك به لسانك لتععجل به kiranya itu yg disampaikan abi di hari yg lalu ,bahwasannya nderes quran iku kudu alon2 percuma wakeh apale mung ...