Pukul 22.00
Hentakan Dopamin membuatku semakin terpacu
sirna
kutaruh sepotong nyawa di pinggir selokan
Tak kuasa menopang isi kepala, ingin kumuntahkan huru hara angan ini.
Sumilir angin menghunus jiwa ronta
Wahai rembulan
Bolehkah sekali saja mengecup pipi hingga kembali di pangkuanmu
Pukul 05.30
Mentari menyapa sahabatnya
Dia masih duduk termangu
Bingung mengungkap rasa hatinya
Namun Tuhan masih belum tidur
Sejauh mana engkau menapaki jejak itu
Semenjak itulah Tuhan masih membersamaimu,melihatmu
Kapanpun dan dimanapun
Bukankah adil ?
"Tuhan tidak memberimu hidup seperti yang kau inginkan ,Karena kamu juga tidak hidup seperti yang Tuhan inginkan"
Ujar sang pujangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar