Senin, 03 November 2025

reda

Pukul 22.00

Hentakan Dopamin membuatku semakin terpacu

sirna

kutaruh sepotong nyawa di pinggir selokan

Tak kuasa menopang isi kepala, ingin kumuntahkan huru hara angan ini.

Sumilir angin menghunus jiwa ronta

Wahai rembulan

Bolehkah sekali saja mengecup pipi hingga kembali di pangkuanmu

Pukul 05.30

Mentari menyapa sahabatnya

Dia masih duduk termangu

Bingung mengungkap rasa hatinya

Namun Tuhan masih belum tidur

Sejauh mana engkau menapaki jejak itu

Semenjak itulah Tuhan masih membersamaimu,melihatmu

Kapanpun dan dimanapun

Bukankah adil ?

"Tuhan tidak memberimu hidup seperti yang kau inginkan ,Karena kamu juga tidak hidup seperti yang Tuhan inginkan"

Ujar sang pujangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kultum

لا تحرك به لسانك لتععجل به kiranya itu yg disampaikan abi di hari yg lalu ,bahwasannya nderes quran iku kudu alon2 percuma wakeh apale mung ...