Tuangkan segelas air putih
Yang bisa membuatmu hangat
Ntah hati mu atau kepala
Kan slalu ada kawan yang menemanimu
Perihal baper udah dikesampingkan
Biarlah waktu berlalu bersama
Tak bisa diulang memoar
Rona binar semu
Terpancar di balik senyum palsu mu
Akankah engkau kuat bertahan
Sampai detik ini
Tahanlah...
Seakan dunia berpihak padamu
Pada kita semua
Tuhan masih bisa dipercaya
Manusia tidak....
Ego yang slalu merusak
Adanya perilaku buruk muncul dari pikiran
Berdoalah agar senantiasa dilindungi rabbmu
....
Berjalan di terik panas mentari
Awan mendampinginya
Abu abu biru warna dipandang
Sebelah mata menatap pagar suci
Berdetak pula jantungmu
Selamat atau tidak
Yakin lah bahwa ada seorang yang menantimu
...
Kekasih atau bukan dia slalu tepatri di hati
Yakni ilmu
Sudah pantaskah engkau berkawan dengannya
Telisik lebih dalam pribadimu
Namun jika tetap menolak
Pasrah lah pada Rabb yang senantiasa melindungi hambanya
...
Bukankah engkau berdoa setiap tengah malam?
Kalau belum sujud lah padanya
Mengalir deras darah
Bersama wirid yang kau baca
Komat kamit ntah darimana asal wirid tadi
Agaknya engkau belum waras
....
Sederhana...
Ambil air wudlu,gelar sajadah,takbir dan sebut nama rabbmu dengan tenang
....
Jangan lupa Iringi doamu dengan menyebut nama rabbmu lalu nabi kemudian orang tuamu
Kelak kau dapat syafaat entah dari arah yang tak terduga
Bismillah...
Seyakin yakinnya,bahwa Rabb berpihak kepadamu
Lemah,lelah akan menjadi lillah
Bukan begitu kawan?
.....
Rintik hujan,hembusan nafas hijau pohon,tangis awan kelabu,rintih langit menangis,retak tanah bumi
Senyap,waktu diam menatap pulas mata seorang pelajar dari lagu hingga petang
Katanya ada tugas
Seribu satu alasan ujarnya
Tlah membohongi diri
Alangkah kejamnya
Apa yang kau tanam kelak kau tuai sendiri
Sejenak turunkan rasa egomu
Mari membaca
Ntah kitab Suci,buku novèl,atau dongeng legenda
Benar kata orang
"Sahabat terbaik yakni buku"
Pula Al-Qur'an ditengah masyarakat menjadi oase akan kehidupan sehari hari yang dibutuhkan
Sebaliknya engkau jadi layu sendiri
....
Kiranya duduk bersila menjadi penenang buat hati mu membaca ayat suci
Mentadabburi ciptaannya
....
Jarum Jam berdenting hingga ke kanan pada malam hari
Menunjukkan tubuh sudah lelah hendak beristirahat buat esok penuh harap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar