Aku hanya duduk meratapi nasib yang kualami,bersandar tembok cat putih yang mengenai pakaian ku yang tidak ku cuci selama 1 minggu, mungkin pertanda ada seonggak ilusi yang membanjiri air mata.
Di sebuah kota yang sederhana,harga murah,semua serba seadanya.
Ku kayuh sepeda ontel yang ku modif,sedari dulu aku bermimpi bisa mengayuh sampai kerumah yang sebenarnya,di tengah jalanan,kudapati pengemis melambai pada ku,"hai boy,turunlah sebentar, engkau tidak capek kah?"
"Iyaa,sebentar" sejenak ku menoleh sekeliling jalan,apa ada patroli polisi atau tidak
"Apakah gerangan ingin tahu makna kehidupan yang sebenarnya?"
Tersentak mendengar apa yang ia katakan, penegemis samping jalan saja bisa merenung
"Belum tahu sih,apa kiranya makna tsb?"
"Jika engkau ingin mengetahui nya,bawakan aku makanan"
Aku merogoh di saku celana ku yang bau deterjen murahan,yang ada hanya goceng,apa bisa selembar ini bisa membeli yang ia harapkan?
Ia menoleh pada ku,dengan tatapan hati hati nya yang seperti memangsa ikan di sungai nan dalam.
" Segera boyy,atau tidak kuceritakan yang ada di isi hati ku "
Kudapati warung pojok berwarna biru usang,yang isi nya bapak-bapak mengelabuti rokok klobot,pemilik warung menyediakan beberapa nasi bungkus ,banyak pilihan yang bisa ku pilih,tertera nasi jagung,nasi lodeh,nasi pecel.
Aku mengambil sebungkus dan menyerahkan goceng,namun sesaat ia melihat sepeda ku
Sama persis baju yang ku kenakan,ia menanyakan tentang diriku yang asing di jalanan sekitar ini.
"Engkau tinggal dimana le"
"Di daerah bandar kidul pak"
"Ohhh,daerah situ banyak pesantren,kiranya mondok disana bagus itu"
"Iyaa pak,saya tinggal di pondok sekitar sana 7 tahun "
" Ohh gitu,jadi disini engkau menghampiri pengemis itu dan diajak mengobrol ya?"
Apakah ia tahu sekarang aku bersama pengemis itu,dan membelikan yang ia harap.
"Saranku ya le,jangan pernah mendekati orang itu,karna ia sudah di beberapa tempat sekitar kabupaten ini,pindah kesini pindah kesana,janganlah sampai kau tertipu daya olehnya yang berbadan kusam,tidak pernah mandi dll"
"Emangnya,apa yang membuat bapak sampai berfikiran segitunya,apa salah dia tinggal di daerah sana sini?"
" Bukan begitu,aku ingin memastikan tidak ada penipuan dan doktrin rancu yang ia bawakan pada mangsanya,dulu ada seorang berjas hitam,mobil Inova hitam turun hanya belas kasih memberi uang pada orang itu,dilakukannya selama berpuluh puluh tahun,anehnya orang jas hitam hilang entah kemana,pengemis menunggu lama di tempat persis kau parkir sepeda itu,tak pernah nongol sedikitpun di jalan sekitar sini.
Pengemis itu hanya menunggu hadiah dari langit mungkin,Tuhan hanya memberikan kesehatan dan kekuatan,ia belum berubah sedikitpun,entah melamar kerja,membantu orang atau gimana gitu,ia sabar apa yang didapati kondisi sekarang,tapi ia menggantungkan harapan pada manusia berjas hitam dengan membawa banyak uang merah,duduk di ruangan ber AC,gaji dijamin yang tidak seperti kita.
Sekali lagi,jangan pernah berharap pada seorang manusia ujungnya kecewa yang kau dapat.berharaplah pada sang kuasa,ia akan memberi lebih dari yang kau bayangkan."
Cukup lama aku duduk sambil membawa bungkusan ku yang mulai basah merembes kertas minyak kubeli,kesal dan bahagia yang kudapati di bangku warkop biru.
Aku berpamitan pada pemilikk)0p1 warkop,sesegera menghilang dari tempat kecil penuh asap rokok dan kumuh itu.
Melesat menuju dekat pengemis tadi,kulihat kedua sayup mata bak mengasihi kedua anaknya,ia sabar menunggu aku dari tadi.
Saat berada didekatnya malah aku kena omel lagi.
Apa salah yang ku perbuat pada dia yaalloh.seraya menengadah ke langit yang tidak terlalu panas di pagi hari.
" Apa katanya pemilik warung tadi?"
Ku hembuskan nafasku perlahan lahan tidak ingin meyakiti perasaan pengemis yang berhadapan denganku penuh luka.
"Tidak ada kok pak,yang ada hanyalah ia memberi tawaran kerjaan,tanya tanya daerah sekitar sini,sesekali bergurau jokes bapak bapak kok,mungkin lama ya menurut bapak?"
"Ohh,tidak masalah kalau itu"
"Mana sebungkus nasi tadi"
Kuberikan dengan sepenuh hati,sambil berkata "yaalloh semoga hamba ini dalam naungan perlindungan engkau yaallohh"
Tidak diteruskan bagaimana yang ia sampaikan awal tadi,khawatir apa yang persis di kata oleh pemilik warung tadi.
Aku bersalaman,segera menghilang dari kerumunan orang banyak karna kulihat di ujung jalan ada bapak polisi yang patroli kendaraan di jalanan yang tidak membawa helm dan sebagainya.
" Hati hati nak,jangan sampai engkau iri hati dan suudzon pada makhluk yang tidak kau kenal,sesekali engkau berdoa agar dijauhkan yang namanya sifat sombongiri hati,dengki dan segala perbuatan tercela yang akan menemui mu tidak disangka-sangka"
Ia berkata penuh binar dan senyum ikhlas
Aku pamit undur diri,mengayuh sepeda ontel ku,penuh fikiran yang menghantui dari 2 orang tadi di jalanan,ku fikir dalam-dalam apa lah hari ini jika aku cepat-cepat
Melakukan perbuatan baik seperti tadi,jika Allah segera mengampuni dosa ku dan memberi ridlo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar