Rabu, 22 Juli 2026

Kamis, 09 Juli 2026

tunggal

Seonggak anggrek yang berbicara 
Pada sekuntum padi ilalang 
Bermekaran mawar hitam
Sang awan bersabda
Saksi ne gede dunyo lan langit 
Tresno maring awakmu

Jumat, 03 Juli 2026

cerita(3)

Pohon sawo pohon mangga bangku coklat tembok serambi masjid Alquran pemberian ibu  menjadi saksi buatku 
Mengenai hafalan yang ku pontang panting
Pada subuh pagi siang sore malam 
Dini hari sering terbangun untuk meminum air putih tenggorokan serak
Lebihnya terkadang menghafal selembar kaca
Naasnya lagu pergi ke toilet

cerita(2)

Dulu sering berceloteh dan pergi bermain sama kawan hingga senja datang 
Berenang di sungai memancing mengejar layangan putus 
Gosong wajah akibat serangan mentari
Dulu tak tahu yang namanya arti dewasa 
Namun kini pahit rasanya

cerita

Awal dari sebuah keheningan yakni meyakini bahwa kita lebih tahu dari orang lain
Akankah kita sadar atau disadarkan?
Terserah kamu 
Mau sepintar,secermat,secerdas kamu
Tetap dalam pandangan ibu 
Engkau masih anak kecil 
Yang butuh perhatian 
Yang butuh usapan kepala
Yang butuh belas kasih 
Hormatilah padanya
Selagi masih ada


utara(2)

Butiran pasir putih ku genggam
Terumbu karang ku pijak
Laut surut di senja hari 
Bertemankan kelam masa lalu
Masa depan yang membuat gugup 
Bisa ku buat pelajaran 
Bahwa esoknya 
Aku memijak di utara lagi

bel

Apa salahnya membuat kisah 
Yang memilukan
Yang tragis
Yang indah
Yang lucu 
Di sederet bangku panjang 
Berwarna coklat
Di bagku sekolah 
Nek mulai berbunyi
Tenggg

kultum

لا تحرك به لسانك لتععجل به kiranya itu yg disampaikan abi di hari yg lalu ,bahwasannya nderes quran iku kudu alon2 percuma wakeh apale mung ...