Senin, 31 Agustus 2026

kultum




لا تحرك به لسانك لتععجل به

kiranya itu yg disampaikan abi di hari yg lalu ,bahwasannya nderes quran iku kudu alon2 percuma wakeh apale mung sediluk ilange nanging sg sitik luweh ngena ng awake
dadi wong kudu alon2 nek nderes ,wong seng cepet mocone mesti g iso alon nek moco quransewalike sg alon mocone mesti gae cepet penak
kanjeng nabi nerimo wahyu bertahap2 ora langsung kabeh iki nuduhne bedo karo nabi musa isa olehe nerimo taurat zabur kelawan langsung sak turunan 
iki seng nuduhne quran kudu alon2 moco ne ben supoyo olehe di titi teliti moco lan 
tulisane
 bedane ajl karo sur'ah wi nek ajl cepet tp g ketoto aturane nek sur'ah wi ketoto aturane mangkane onk dawuh alajl mina ssyaithan wattaanni minarrabbi tegese cepet2 g aturan wi tekan syaiton lan alon2 wi tekan pengeran
wallahu a'lam

Rabu, 22 Juli 2026

Kamis, 09 Juli 2026

tunggal

Seonggak anggrek yang berbicara 
Pada sekuntum padi ilalang 
Bermekaran mawar hitam
Sang awan bersabda
Saksi ne gede dunyo lan langit 
Tresno maring awakmu

Jumat, 03 Juli 2026

cerita(3)

Pohon sawo pohon mangga bangku coklat tembok serambi masjid Alquran pemberian ibu  menjadi saksi buatku 
Mengenai hafalan yang ku pontang panting
Pada subuh pagi siang sore malam 
Dini hari sering terbangun untuk meminum air putih tenggorokan serak
Lebihnya terkadang menghafal selembar kaca
Naasnya lagu pergi ke toilet

cerita(2)

Dulu sering berceloteh dan pergi bermain sama kawan hingga senja datang 
Berenang di sungai memancing mengejar layangan putus 
Gosong wajah akibat serangan mentari
Dulu tak tahu yang namanya arti dewasa 
Namun kini pahit rasanya

cerita

Awal dari sebuah keheningan yakni meyakini bahwa kita lebih tahu dari orang lain
Akankah kita sadar atau disadarkan?
Terserah kamu 
Mau sepintar,secermat,secerdas kamu
Tetap dalam pandangan ibu 
Engkau masih anak kecil 
Yang butuh perhatian 
Yang butuh usapan kepala
Yang butuh belas kasih 
Hormatilah padanya
Selagi masih ada


utara(2)

Butiran pasir putih ku genggam
Terumbu karang ku pijak
Laut surut di senja hari 
Bertemankan kelam masa lalu
Masa depan yang membuat gugup 
Bisa ku buat pelajaran 
Bahwa esoknya 
Aku memijak di utara lagi

bel

Apa salahnya membuat kisah 
Yang memilukan
Yang tragis
Yang indah
Yang lucu 
Di sederet bangku panjang 
Berwarna coklat
Di bagku sekolah 
Nek mulai berbunyi
Tenggg

utara

Kan ku teguk segara asin 
Pesisir laut Utara 
Menjadi rumahku 
Yang ingin ku singgahi 
Sebentar lagi

murung

Celotehan anak kecil 
Basuhan wajah Roma kusam
Tak lagi sama 
Dengan yang dulu 
Hangatnya berselimut malam
Nankala mentari gugup muncul
Acapkali membantu yang mau bertobat

Kamis, 02 Juli 2026

Doa

Ada saatnya rehat ada saatnya berjalan
Laku yang berguna yakni bermanfaat bagi orang 
Ketika subuh menyelimuti tubuh penuh rona darah 
Akibat bergelut semalam dengan himpunan sajak yang belum selesai ditulis selembar kertas A4
Penuh gairah untuk mengiris kata
Jua di ajak kembali ke yang fana
Mari berdoa

Pagi

Pernah suatu pagi menyayat fikiran
Masih kosong dengan angan lusuh
Ku berfikir secepat kilat
Kalah dengan lesu 
Perut kroncongan
Mampus di telan segenggam harapan

seperti

Seperti kisah yang pernah kau sebut
Seperti omongan yang kau ceritakan
Seperti pujian yang kau dambakan
Seperti wajahmu yang bak gemerlap cahya
Tak ada bandingannya dengan manapun
Tak tahu namun banyak yang percaya 

tuhan

Hati ini keluh kesah terhadap 
Kenyataan yang kau bolak balikkan
Aku agak setengah menerimanya 
Dalam kepastian genggamanmu 
Akan ada selebar lebarnya Rahmat dan Rizqi 
Bagi orang yang memelukmu dan mengingatmu kapan saja
Tak perlu imbalan 
Ia yang menakar dan sudah tertakar

Awal

Awal cerita 
Aku tak sangka akan berada di hadapan orang 
Yang mana dulu sering membopong
Dalam fikiran apa gunanya?
Sehatkan badanmu nak
Kelak kau jadi tentara
Semestinya sih begitu
Namun Tuhan masih ada cara lainnya
Tuk menghibur dan memeluk 
Dari jauh

tak menahu

Bermula tak terduga 
Andai dulunya ada
Tanpa sajak pun bisa juga
Apasih katanya
Tak menahu yang kumengerti
Waktu yang suci yakni dini hari
Esok usai kau basuh dengan linangan air mata 
Susahnya sekarang kau nikmati lusa

Selasa, 30 Juni 2026

manipulasi tuhan

Kala bertindak sesuai nafsu 
Hampa yang dirasa 
Tak perlu dipikir berbuat saja ujungnya
Tak lebih sekedar hewan 
Sesaat nikmat seterusnya sesal dirasa
Apapun yang dilakukan pasti berbuah persaksian 
Allah pun tak luput dari perbuatan nya
Bahkan lebih tahu apa yang di dalam isi hati.
Apa yang seharusnya di lakukan 
Tak pernah awas 
Kemungkinan engkau lemah
Waspada dan ingat pada sang kuasa
Sulit rasanya kalau dipikir-pikir 
Namun perilaku lah yang berjalan seiring waktu dan kebiasaan menjadi prioritas utama, 
Lalu apakah perlu suatu adanya imbalan?
Tidak perlu 
Dialah yang nanti akan menghakimi dan mengganjar orang orang.
Carilah hambatan yang membuatmu serakah dan rusak
Nanti ditemukan hikmah

kata

Barangkali kuat menghadapi kenyataan namun saya masih di ambang ragu

Sempat lekas keluar dari zona nyaman

Tapi malah belok gak sesuai jalan kita

Jangan kebanyakan kata "tapi"

Kubisikkan hati dengan untaian

Selamat tinggal kata 

seporsi bandeng

Kutautkan sepotong hati pada lauk ikan bandeng
Iyaa
Memang sederhana
Apakah perlu segengsi itu dengan tikus kota?
Pukul 07 pagi bertepatan awal dari kisah terukir 
Memulai yang baru 
Putih menjadi hitam 
Hitam menjadi putih 
Janganlah kau ubah2 
Biarlah alam melukis kembali warna hati mu
Berlumuran kuah kuning manis kental yang di bumbui dengan rasa cinta seorang ibu dimasak subuh manakala aku masih tertidur lelap 
Tak tahan rasa kantuk ku hingga bangun siang hari akhirnya basi juga masakan
Apalah keadaan ini

Sabtu, 06 Juni 2026

kitab2

Baru ngeh sendok yg kita pakai di warung2 sudah terkontaminasi oleh orang2, di kalangan fuqoha jika makan di warung mengurangi muru'an(wibawa) قوله ( والأكل في السوق ) أي في طريقه لغير Namun سوقي، أما لو أكل في السوق داخل حانوت أو مطعم مستترا فلا يخل المروءة

(Makan di pasar) di jalan pasar bagi bukan orang pasar. Adapun seandainya makan pada ruang tertutup sebuah kedai makan atau restoran di dalam pasar, maka praktik ini tidak mencederai muruah. Keterangan di kitab Al-Luma pada hamisy Al-Bayanul Mulamma 'an Alfazhil Luma lis Syekh MA Sahal Mahfudh
ويكره إحراق خشب نقش به ) أي بالقرآن، نعم إن قصد به صيانة القرآن فلا كراهة وعليه يحمل تحريق عثمان رضي الله عنه المصاحف. وقد قال ابن عبد السلام من وجد ورقة فيها البسملة ونحوها لا يجعلها في شق ولا غيره لأنه قد تسقط فتوطأ وطريقه أن يغسلها بالماء أو يحرقها بالنار صيانة لاسم الله تعال عن تعرضه للامتهان

Makruh hukumnya membakar kayu yg ada ukiran Al-Qur'an namun tidak jika tujuan menjaganya, bila ditemukan kertas ada basmalannya& kawatir di injak orang maka yg perlu dilakukan membasuh dg air dan membakarnya, dg tujuan agar tak menghina&diinjak orang lain.

kultum

لا تحرك به لسانك لتععجل به kiranya itu yg disampaikan abi di hari yg lalu ,bahwasannya nderes quran iku kudu alon2 percuma wakeh apale mung ...